Tunjangan Hari Raya atau yang biasa disebut THR kalau ditilik dari wikipedia berarti pendapatan non upah yang wajib dibayarkan pengusaha kepada pekerja atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan di Indonesia. THR ini wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.
Berdasarkan PMK No. 58 Tahun 2019, dan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) yang ditanda tangani per-tanggal, Senin 6 Mei 2019 yang lalu, besarannya sesuai dengan gaji bulan sebelumnya atau satu bulan gaji.
Alhamdulillaah, rezeki yang diterima datangnya dari Allaah swt, bersyukur dan terus bersyukur atas nikmat-Nya. Karena jumlahnya cukup lumayan, pengelolaanya jangan sampai dihambur-hamburkan.
Beberapa tips pengaturan THR (Tunjangan Hari Raya) bisa dicoba sebagai berikut:
1. Buat Skala Prioritas
Beberapa kebutuhan jelas akan kita penuhi untuk persiapan lebaran. Misalnya membeli pakaian baru, kue-kue, minuman, membayar zakat, membagi rezeki pada orangtua atau persiapan mudik. Dari daftar yang kita buat, berikan skala prioritas yang Primer, sekunder dan tersier. Jika pakaian kita masih banyak yang layak pakai dan terbilang baru, coret dari daftar yang harus disediakan.
Membayar zakat, itu penting, wajib malah. Kalau point ini tidak boleh tidak karena hubungannya dengan kewajiban dan dosa. Memberi orangtua, harus kita utamakan. Tapi, mungkin jumlah atau besarannya bisa dipertimbangkan. Membeli kue atau minuman, ala kadarnya saja, jangan berlebih-lebihan karena para tamu lebih menikmati panganan berupa lontong atau ketupat.
2. Persentasekan sesuai kebutuhan
Jika skala prioritas sudah dibuat, berikan persentase dari point-point yang akan dicairkan. Sisihkan untuk ditabung atau emergency. Jangan sampai lebaran habis kita membuat hutang di mana-mana. Kalau tidak sampai jangan dipaksakan. Segala sesuatu itu ada porsi dan pointnya. Usahakan THR kita berlebih dan bisa disimpan.
THR kita rasakan besar jika pengeluarannya kecil, namun sebaliknya akan terasa kecil karena daftar list tunggu untuk disiapkan sangat panjang. Hal ini akan membuat kita tidak menikmati lebaran dengan khusyu karena memikirkan pengeluaran yang dipaksakan untuk ada.
3. Tukar Uang dan berbagilah
Dalam rezeki yang ada pada kita kadang-kadang terdapat rezeki orang lain. Makanya, berbagilah. Kita tidak akan kekurangan karena berbagi. Tukarkan THR dengan persentase kecil dengan uang baru dan berbagilah dengan tamu-tamu yang datang ke rumah atau keluarga dekat. Tidak perlu besar atau banyak yang penting kita bisa berbagi dan mempererat tali silaturrahmi.
4. Jangan Paksakan Jika Kita Tidak Mampu
Melihat itu harus kebawah, jangan tengadah ke atas, nanti sesatu bisa masuk ke mata. Jangan pula "besar pasak dari pada tiang", artinya besar pengeluaran daripada pemasukan.
Kita tidak perlu memaksakan diri dengan yang baru, membeli barang-barang yang tak perlu atau dalam jumlah banyak. Cukup sederhana saja, yang penting THR yang ada bisa dimamfaatkan dengan sebaik-baiknya. Berkah dan berlebih.
Semoga bermanfaat dan bisa dipraktekkan Pengaturan THR (Tunjangan Hari Raya) dengan membuat skala prioritas, memberikan persentase dari skala prioritas tersebut, Menukar Uang THR dengan uang bernilai kecil dan berbagi, serta jangan paksakan harus beli ini dan itu jika kita tidak atau belum mampu untuk membelinya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih, silahkan pesan atau komentar